Istilah obat kuno hanyalah sekedar
memudahkan pembaca untuk mengenali nama lain dari cara nenek moyang kita meramu
atau meracik jamu. Jadi obat kuno tak lain adalah jamu tradisional peninggalan
nenek moyang kita.
Ilustrasi Photo: Copyright en.wikipedia.org
Jamu adalah
sebutan untuk obat tradisional dari Indonesia. Belakangan populer dengan
sebutan herba atau herbal.
Jamu dibuat dari bahan-bahan alami, berupa bagian dari tumbuhan
seperti rimpang (akar-akaran), daun-daunan, kulit batang, dan buah.
Ada juga menggunakan bahan dari tubuh hewan, seperti empedu kambing,
empedu ular, atau tangkur buaya. Seringkali kuning telur ayam kampung juga
dipergunakan untuk tambahan campuran pada jamu gendong.
Jamu biasanya terasa pahit sehingga perlu ditambah madu sebagai
pemanis agar rasanya lebih dapat ditoleransi peminumnya. Bahkan ada pula jamu
yang ditambah dengan anggur. Selain sebagai pengurang rasa pahit, anggur juga
berfungsi untuk menghangatkan tubuh.
![]() |
| Ilustrasi Photo: Copyright asiktau.blogspot.co.id |
Tapi sobat tidak usah khawatir
akan khasiat dari ramuan nenek moyang kita, banyak dari kalangan Sarjana yang
meneliti baik dari Barat maupun Putra Nusantara Sendiri. Diantara Sarjana yang
terkenal dari Barat yaitu J. Kloppenburg – Versteegh. Sedangkan dari Nusantara
banyak sekali, mereka antara lain : Prof. Dr. H. M. Hembing Wijayakusuma, Ph.
D. Prof. Dr Salim Lubis, Dr. Semo Sastromidjojo, bahkan pihak Departemen
Kesehatan RI juga menerbitkan Tanaman Obat Indonesia.
Obat
tradisional atau jamu sudah mendapat perhatian dari berbagai pihak karena
terbukti kemanjurannya, selain itu juga harga sangat terjangkau oleh semua kalangan
masyarakat. Dan yang paling mekelat di kalangan masyarakat Indonesia ialah jamu
gendong.
Referensi:
Ki Seger Waras. Penyembuhan Praktis Dengan Pijat Urat & Resep Kuno. Karya Ilmu. Surabaya.
https://id.wikipedia.org/wiki/Jamu










